Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Love is Beautiful ^-^

"Love is like the wind, you can't see it but you can feel it" — Nicholas Sparks (A Walk to Remember) Bener kok, apa yang tulias om Nicholas di Novelnya. Cinta itu seperti angin, kamu ngga bisa melihatnya, tapi kamu bisa merasakannya. Cinta juga seperti pasir, dimana kamu semakin kuat menggenggamnya, maka ia akan semakin berkurang. Ada saatnya mengekang pasangan kita, namun, ada saatnya juga membiarkan ia terbang bebas menikmati indahnya dunia. Merasakan cinta, bisa diibaratkan saat kita membeli buah. Terkadang kita mendapat yang manis, terkadang pula kita mendapat yang pahit. Cinta akan terasa manis jika cinta yang kita berikan kepada seseorang dibalas dengan sepenuh hati. Ada juga kalanya kita menanggung kesedihan, ketika orang yang kita sayangi malah berpaling dari kita. Cinta itu pahit. Saat kita mengukuhkan jatuh cinta pada seseorang, saat itu juga kita menanggung kebencian. Ngga semua cinta dapat diterima secara gampang dan gamblang. Ada orang yang berkali-...

I Miss My Grandpaa :(

Aku merindukannya. Sesosok pria berbadan tegap walau agak membungkuk karena dimakan usia. Orang paling sabar yang telah aku kenal. Selalu sabar saat aku meminta ini-itu, mainan, jajanan, segala macam yang selalu ia penuhi tanpa ba bi bu. Selalu sabar menungguiku selesai bersekolah di taman kanak-kanak. Selalu tersenyum ketika aku mengganggunya saat beliau tengah tidur siang maupun tengah menonton televisi. Selalu menemaniku saat aku memintanya mengantarku untuk berjalan-jalan. Selalu menenangkanku dikala aku menangis ketika aku dibentak ibu. Selalu berlindung dibelakangnya ketika aku dikejar bebek. Aku selalu mengaguminya. Mengagumi setiap ucapannya. Mengagumi penampilannya yang sederhana. Aku selalu bangga menceritakannya di depan teman-teman kecilku dulu. menceritakan betapa seringnya beliau menggendongku di punggungnya yang menbungkuk. Aku selalu bangga kepadanya, yang hanya menyayangi satu wanita hingga sisa hidupnya. Begitu bodohnya aku pernah tak menghiraukan panggila...

Namaku Caesar - 1

Aku terlahir dan besar dikeluarga sederhana. Ayahku seorang pensiunan Jendral dan ibuku seorang pengusaha catering terkenal di kotaku. Aku terlahir dengan nama Caesar Pratama. Lahir dihari pertama bulan Januari, pada jam satu dini hari. Sejak kecil aku selalu dilatih untuk menjadi seorang tentara oleh ayahku. Awalnya aku fine-fine saja dengan perlakuan ayah terhadapku. Namun, lama-kelamaan, aku merasakan ketidakcocokan menjadi seorang jendral berpangkat Letnan seperti ayah. Aku lebih suka menghitung pemasukan dan pengeluaran catering Ibu. Kata ibu aku berbakat menjadi seorang Ahli Ekonomi. Akhirnya aku berterus terang kepada ayah tentang ketidakcocokanku untuk menjadi seorang Jendral. Aku- yang waktu itu berumur sepuluh tahun, takut jika ayahku mengusirku dari rumah jika aku tak meneruskan cita-cita ayahku, seperti ayah yang mendiktaktor anaknya. Namun, ketakutanku memudar seiring seulas senyum yang hinggap di bibir ayah dan sebuah tepukan hangat di pundakku. "Kejarlah cita-cit...