Postingan

Menampilkan postingan dengan label Setiap Tempat Punya Cerita

Setiap Tempat Punya Cerita - Madrid 3

Luna* Suasana Madrid pukul 3 pagi yang lumayan lengang serta-merta membuatku betah duduk di balkon kamar. Meskipun angin musim panas setiap malam telah bertransformasi menjadi angin dingin. Gemerlap lampu kota dari kejauhan memanjakan mataku, jalanan terasa sepi, meskipun tak terlalu lengang. Madrid termasuk negara dengan tingkat kehidupan malam yang tinggi, bisa dilihat dari beberapa cafe dan kedai yang baru buka saat mendekati tengah malam. Aku pernah iseng-iseng menyusuri kawasa Chueca dan Malasana bersama Alandra, namun, aku tak menemukan tempat-tempat prostitusi seperti yang dapat dengan mudah kutemukan di Netherland, saat aku berkunjung ke rumah Rio-Kakakku, melainkan suguhkan musik-musik era 50-60’an yang akan dinikmati oleh semua generasi di kota ini. Kudekapkan selimut menutupi badanku yang berbaring diatas kursi malas, memutuskan untuk tidur dibawah langit Madrid dan angin malam musim panasnya. Hingga paginya aku terlambat bangun, dan terlambat menyadari bahwa aku me...

Setiap Tempat Punya Cerita - Madrid 2

Luna* Alandra mengundangku untuk cena di kedai kecilnya. Katanya, sebagai ucapan terima kasih, karena bersedia membantunya di kedai dan menjemput sepupunya di Barajas. “Muchas gracias, Alandra. Kau ini, lain kali tak usah repot-repot begini. Aku suka bekerja di kedai ini. Rasanya seperti berada di dapur rumah sendiri.” Kataku. Alandra menuangkan vino tinto* ke dalam empat gelas kecil diatas meja. “No, Luna. kau telah membantu banyak kali ini. aku yang seharusnya berterima kasih. Sekarang kau diam, duduk dan aku akan menyajikan Abondigas Sofrito* untukmu” Ucapnya sambil menunjukkan mimik galaknya. Tapi, dengan raut mukanya yang tak bisa terlihat galak-sekalipun ia sedang marah, itu malah akan membuat siapapun yang melihat ekspresinya sekarang ini akan langsung tertawa terpingkal-pingkal. Termasuk Jason dan Nathan. “Por qué*?” tanya Alandra. Seketika kami bertiga menghentikan tawa kami lalu serempak berkata tidak. “Así, Luna. Bagaimana kau bisa terdampar di Madrid? Bukankah m...

Project Menulis Setiap Tempat Punya Cerita

Setiap Tempat Punya Cerita. Ya, setiap tempat selalu menyimpan suatu hal yang tak pernah dimiliki oleh tempat lain. Layaknya potongan puzzle yang setiap kepingnya berbeda dengan kepingan lain. Ada hal yang ingin diingat dan dikenang dari suatu tempat. Ada pula, suatu tempat yang memiliki kenangan kurang manis. Pastinya itu juga yang membuat setiap tempat memiliki potongan kisahnya sendiri. sebenarnya Setiap Tempat Punya Cerita adalah Project menulis yang mengkolaborasikan dua penerbit, yaitu @GagasMedia dan @Bukune , yang menyajikan beberapa cerita manis dari beberapa kota. antara lain : Melbourne - Winna Efendi, Roma - Robin Wijaya, Paris - Prisca Primasari, Last Minute In Manhattan - Yoana Dianika, Barcelona - Kireina Enno, Bangkok - Moemoe Rizal First Time In Beijing - Riawani Elyta London - Windry Ramadhina Swiss - Alvi Syahrin Buku-buku ini menggabungkan sebuah kisah cinta manis yang bisa membuat siapapun tersenyum saat membacanya, dan juga kisah perjalanan yang...

Setiap Tempat Punya Cerita - Madrid

Madrid telah menjadi salah satu kota impianku sejak dulu. Bukan karena kesebelasan sepakbolanya yang banyak digandrungi masyarakat Indonesia, tapi bangunan-bangunan tua yang menghiasi setiap sudut kota ini. Awalnya aku mengirimkan aplikasi ke Universided Complutense de Madrid atas rekomendasi dosen pembimbing skripsiku di Yogyakarta. Mengirimnya pun aku hanya sekedar basa-basi untuk menghormati rekomendasi dosenku, karena akupun tau, tak mudah bagi mahasiswi Indonesia dengan nilai pas-pasan sepertkku menembus sebuah perguruan tinggi yang lumayan favorit di kota itu. Namun aku tak pernah menyangka, ‘iseng-iseng berhadiah’ tersebut membawa berita yang sama sekali tak pernah kuduga. Aplikasiku diterima di perguruan tinggi bergengsi di Madrid, kota impianku. Keberangkatanku saat itu terkesan tergesa-gesa, dengan waktu kurang dari dua bulan untuk mengurus Visa ijin tinggal, paspor, dan segala sesuatu di kampus untuk dihibahkan ke Madrid. Kamar kecilku di Jogja pun tak luput seperti k...