Untuk Seseorang Yang Tak Pernah Berani Kusebut Namanya
Untukmu yang tak pernah berani kusebut namanya tulisan ini kubuat. Mewakilkan rinduku yang setia menemani malam-malam sepiku. Pada sebuah gambar dirimu yang setia menemani pikiranku. Sebuah tulisan tentang bagaimana aku selalu menyembunyikan hatiku. Yah, untuk kamu, yang tak pernah berani kusebut namanya. Untuknya yang senyumannya menjadi candu sejak pertama kali bertemu... Aku menemukanmu ketika kau tengah berjalan dengan santainya di tengah lorong yang dipenuhi mahasiswi baru sepertiku pada saat jam istirahat itu. Saat itu, aku tengah dengan sibuknya mencari tanda-tangan senior untuk memenuhi tugas masa orientasiku, saat kau dengan santainya menyibakkan kerumunan mahasiswa didepanmu dan berjalan melewatiku. Dan kau tau? Itu sudah terjadi hampir dua tahun sejak pertama kali aku disini. Untuknya yang pada awalnya tak pernah kutahu namanya... Awalnya, aku tak pernah tau siapa dirimu. Siapa namamu, apa jurusanmu, dimana tempat tinggalmu, dan bagaimana dirimu. Taukah kau, baru ...