Setiap Tempat Punya Cerita - Madrid 2
Luna* Alandra mengundangku untuk cena di kedai kecilnya. Katanya, sebagai ucapan terima kasih, karena bersedia membantunya di kedai dan menjemput sepupunya di Barajas. “Muchas gracias, Alandra. Kau ini, lain kali tak usah repot-repot begini. Aku suka bekerja di kedai ini. Rasanya seperti berada di dapur rumah sendiri.” Kataku. Alandra menuangkan vino tinto* ke dalam empat gelas kecil diatas meja. “No, Luna. kau telah membantu banyak kali ini. aku yang seharusnya berterima kasih. Sekarang kau diam, duduk dan aku akan menyajikan Abondigas Sofrito* untukmu” Ucapnya sambil menunjukkan mimik galaknya. Tapi, dengan raut mukanya yang tak bisa terlihat galak-sekalipun ia sedang marah, itu malah akan membuat siapapun yang melihat ekspresinya sekarang ini akan langsung tertawa terpingkal-pingkal. Termasuk Jason dan Nathan. “Por qué*?” tanya Alandra. Seketika kami bertiga menghentikan tawa kami lalu serempak berkata tidak. “Así, Luna. Bagaimana kau bisa terdampar di Madrid? Bukankah m...