Kini, Aku Menemukanmu...
Aku menemukanmu ketika aku tengah mencari sebuah pengharapan. Pada sosok yang mungkin selalu aku mimpikan ketika malam menjelang. Pada sosok yang jelas-jelas tak menganggapku ada.
Aku menemukanmu pada suatu pagi yang sejuk. Dengan langit biru dengan awan kecil putih yang berarak sesuka hati. Dengan hembusan angin yang melenakan rindu.
Aku menemukanmu pada suatu senja yang menyapa kalbu. Membaur dalam elegi jingga yang menentramkan hatiku. Membaur dengan euforia senja yang selalu kunanti datangnya.
Aku menemukanmu sedang berada dibalik lensamu. Mengabadikan moment-moment yang seakan tak ingin kau lewati. Berbaur, bercumbu, dan bersahabat dengan alam sekitarmu.
Aku menemukanmu tengah menatap lurus wajahku. Mengamati setiap detailnya, seakan ingin menjadikannya suatu kenangan. Kenangan yang mungkin akan hadir dibenakmu.
Akhirnya kau menyebutkan namamu dengan lirih suaramu. Dengan mata hitammu yang melesat masuk ke retina mataku. Namun tegas jabatmu kala itu tak akan pernah menghilang dari ingatanku.
Sayangnya, dulu kau tak pernah terlihat di kelopak mataku.
Sayangnya, dulu aku tak pernah menganggapku ada..
Sayangnya, dulu aku terlalu terpaku pada sosok yang tidak tepat, sehingga aku harus melewatkan setiap gerak bola matamu yang selalu mengekori langkahku.
Namun kini aku menemukanmu di ujung palung hatiku yang tak pernah ku jamah.
Menemukanmu dalam kegelapan dan kelembaban hati yang selalu ku abaikan.
Kini aku ingin berhenti di kamu. Tak ingin lagi melewatkan setiap gerak bola matamu yang mengekori langkahku.
Kini aku menemukanmu. Saat senyummu selalu hadir untukku. Menyisipkan kerinduan yang selalu menantikan sebuah pertemuan.
Kini, hanya kaulah, satu-satunya semangat yang kupunyai saat hari baru datang.
ah, cinta memang terkadang sulit untuk diterka..
*now playing :
mungkin salahku melewatkanmu
tak mencarimu
sepenuh hati
maafkan aku..
walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatku, mendengarku
kaulah yang terhebat..
Aku menemukanmu pada suatu pagi yang sejuk. Dengan langit biru dengan awan kecil putih yang berarak sesuka hati. Dengan hembusan angin yang melenakan rindu.
Aku menemukanmu pada suatu senja yang menyapa kalbu. Membaur dalam elegi jingga yang menentramkan hatiku. Membaur dengan euforia senja yang selalu kunanti datangnya.
Aku menemukanmu sedang berada dibalik lensamu. Mengabadikan moment-moment yang seakan tak ingin kau lewati. Berbaur, bercumbu, dan bersahabat dengan alam sekitarmu.
Aku menemukanmu tengah menatap lurus wajahku. Mengamati setiap detailnya, seakan ingin menjadikannya suatu kenangan. Kenangan yang mungkin akan hadir dibenakmu.
Akhirnya kau menyebutkan namamu dengan lirih suaramu. Dengan mata hitammu yang melesat masuk ke retina mataku. Namun tegas jabatmu kala itu tak akan pernah menghilang dari ingatanku.
Sayangnya, dulu kau tak pernah terlihat di kelopak mataku.
Sayangnya, dulu aku tak pernah menganggapku ada..
Sayangnya, dulu aku terlalu terpaku pada sosok yang tidak tepat, sehingga aku harus melewatkan setiap gerak bola matamu yang selalu mengekori langkahku.
Namun kini aku menemukanmu di ujung palung hatiku yang tak pernah ku jamah.
Menemukanmu dalam kegelapan dan kelembaban hati yang selalu ku abaikan.
Kini aku ingin berhenti di kamu. Tak ingin lagi melewatkan setiap gerak bola matamu yang mengekori langkahku.
Kini aku menemukanmu. Saat senyummu selalu hadir untukku. Menyisipkan kerinduan yang selalu menantikan sebuah pertemuan.
Kini, hanya kaulah, satu-satunya semangat yang kupunyai saat hari baru datang.
ah, cinta memang terkadang sulit untuk diterka..
*now playing :
mungkin salahku melewatkanmu
tak mencarimu
sepenuh hati
maafkan aku..
walau ku terlambat
kau tetap yang terhebat
melihatku, mendengarku
kaulah yang terhebat..
Komentar
Posting Komentar