MakerAp (Sebuah Kelas, Sebuah Cerita)

"Persahabatan sangat diperlukan dalam hidup, karena tanpa sahabat hidup terasa hambar, walau pun kita memiliki kekayaan dan kemasyhuran." - Aristotle

Siapin Playlist :
Sheila On 7 - Kisah Klasih Untuk Masa Depan
Bondan Fade2Black - Kita Selamanya
Project Pop - Ingatlah Hari Ini

Ada orang-orang yang begitu berarti dalam hidup kita, meskipun ada beberapa proses yang kita butuhkan untuk memasukkan mereka ke dalam wilayah teritorial yang penting itu. Manusia-manusia yang selalu mendukung dan memberi support yang kita butuhkan. Manusia dengan segala bentuk dan sifat masing-masing, namun tetap bersama karena sebuah alasan. Kita menyebut mereka Sahabat. Orang yang selalu membentuk sebuah garis lengkungan di bibir ketika bersama. Orang yang akan dengan senang hati berada di sebelah kita saat kita hampir kehilangan semangat. Orang yang dengan senang hati menghapus air mata, dan memeluk kita seraya berkata : semua akan baik-baik saja.

Aku mengenal mereka bukan dalam waktu yang sebentar. Tapi entah mengapa, rasa 'nyaman' itu baru muncul saat ini. And the story is begin..

Menyenangkan rasanya, saat akhir semester telah didepan mata. Artinya, saatnya mengucapkan selamat tinggal sementara untuk tugas-tugas yang selalu menumpuk, materi-materi perkuliahan yang selalu berserakan di atas meja belajar, jam tidur siang yang berkurang, dan dosen-dosen yang terkadang menyebalkan walaupun sebenarnya Beliau baik hati. Kemudian membayangkan seperti apa liburan akhir semester kami. Bagaimana kami menjalaninya, dan apa yang akan kami lakukan.

Seperti biasa, ada saja ide yang tercetus dari manusia-manusia ajaib bin kreatif yang menghuni Kelas A Ilmu Perpustakaan 2011 Universitas Diponegoro. Dan ide yang tiba-tiba muncul daat pergantian jam perkuliahan adalah : MakerAp, sebuah acara malam keakraban yang khusus ditujukan untuk penghuni-penghuni kelas kami. Kelas yang banyak orang bilang, sebagai kelas paling kompak di angkatan kami.

Jujur, seperti biasa, aku tak pernah terlalu berminat dengan berbagai acara yang sering diadakan oleh kampus kami. Dan entah apa alasan untuk hal itu. Tapi, sejak 24jam ku lewati bersama dengan makhluk-makhluk berbagai macam spesies yang unpredictable ini, aku baru menyadari, ada beberapa hal dalam jangka waktu 2.5 tahun ini kulewatkan dengan sia-sia. Sia-sia karena tak lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka.

Di sebuah Villa yang berada di Bandungan-Semarang, kisah ini dimulai...

Dimulai dengan games-games yang menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan kami. Kemudian Truth Or Truth yang membuat kami membuka segala sesuatu yang kami pendam dan membuat kami mengerti apa yang sekiranya mengganjal dalam hubungan pertemanan kami (btw. Acara ini yang paling menghabiskan persedian tissue. Hehe). Adanya Mbandungan Next Top Models yang mengharuskan kami bergaya layaknya model dari negeri antah berantah. Kemudian pemberian predikat terhadap seisi kelas, setelah acara Amazing Award. Hingga ditutup dengan Flash Mob dan pembagian Timeline.


Oh iya, Timeline itu semacam pesan dan kesan yang bisa kami tulis dan di masukkan ke dalam amplop yang telah tertempel pada karton di dinding dengan nama-nama anak satu kelas(thanks to Seksi Acara). Dan ini isi timelineku, unforgetable banget. Bakal disimpen terus deh! :)

No Name : “Dis, kamu orangnya sebenarnya menyenangkan, hanya mungkin kita susah akrabnya. Yang penting kita tetap solid yaaa :)” (Siapapun kamu, semester depan kita harus lebih akrab ya!)

No Name lagi : “Kalo suka sama orang, bilang dong... “ (makasih buat yang nulis ini, siapapun. Dan karena tulisan ini, akhirnya aku beraniin ngungkapin)

Dian : “Adhysti, kamu orang baik, tetapi kurang ramah lagi sama oeang. Buka hatimu buat orang lain ya.. “ (thanks Dianku sayangg.. i’ll try :) )

Uni Fatma : “Buat Adhysti, aku salut banget sama kamu, kamu itu dewasa di banding kami. jadilah penasihat dari teman-teman kami ya. Semangat untuk SMT 6, KKN dan wisudany. Cepat sukses ya, semoga bisa bertemu kembali di pulau Jawa. Salam manis dari Uni Fatma” (Ya Allah, Fatma, baru kali ini ada yang bilang dhysti dewasa. Terharu banget. Makasih ya Fatma Sayang. Semoga sukses untuk semua yang akan terjadi didepannya, ya.)

Meliha : “Adhysti, pengen baca tulisan-tulisanmu mbokan. Hehe. “ (boleh diubek-ubek blog ini kok, Mel. Hehe. )

Meliha lagi : “Dis, tambahan ni, makasih buat waktu kebersamaannya, ya! Indah banget.” (sama-sama Meli, terima kasih juga udah jadi sahabat + keluarga baruku ya!)

Mak Sinta : “adhysti dari Sinta. Dhysti jangan mikirin angkatan atas itu, cari cowok lain ajalah.” (Gggrrr.. maaakk.. tapi makasih udah diingetin yaa.. :*)

Azwar : “kalian Keren :’)” (Kamu yang keren, War. Makasih udah buat acara yang Unforgetable banget!)

Epil : “Terimakasih telah menjadi sahabat terbaikku. Semoga kita bisa menjadi penulis buku #bestseller dan bisa pergi ke negara-negara impian kita masing-masing.” (terimakasih juga tetangga antagonis. Haha... Amin-aminn.. ({}) )

No Name Lagi : “Kalo Lagi Bicara ataupun bercanda dijaga ucapannya, jangan asal!” (Maafin dhysti, kalau ada ucapan ataupun perbuatan dhysti yang sekiranya nyakitin. Tapi dhysti nggak pernah serius kok, :))

Eka : “Semangat nulis, dhysti” (Semangat les Koreanya juga Ekaa. Katanya pengen ke Korea, Lesnya jangan males-malesan yah!)

Shoimah : “Dhysti, kamu imut deh kalau ketawa” (aduh imaaahh.. *blushing* )

No Name Lagi : “Tetep seperti ini.. Jangan berubah” (siapapun kamu, kalau berubah jadi lebih baik, boleh kan? *hug*)

Nesya : “Kata Dhysti : ‘Nes, isi punya dhysti ya biar ada yang isi’ | kata Nesya : ‘Nih, udah diisi’ haha. –Loph You balabalaa

Nesya lagi : “The Girl who Can’t Be MOVED! Hahah :p Kamu pasti bisa Dhysti. Seya Sayang Dhysti ({}) (Dhysti juga sayang sama Nesya. Makasih buat semuanya ya, mulai dari nasihatnya sampai tempat ceritanya. Love youuuuu nyess! :* )

Babe Salman : “Hai, i’m mas ***** dhysti. (jika itu menjadi nyata) hahah.. Move On!” (Grrr. Beh... sebut merek nih bisanya. Haha. Tapi makasih udah jadi babe yang baik buat aku, Mbak Cem, Dek Hilman dan Dek Ajiz Rempong. Haha. Sayang deh sama babe!)

Mbak cempluk : “Nek karo kowe aku selalu kelingan masa awal-awal kuliah. Rumah Campina, Serbu, Bakso Kebon. Kapan-kapan meneh ya? Tapi kapan? :”)” (Aku kangen juga mbak cem. Mungkin Semester depan harus lebih bisa luangin waktu mbak cem buat kita ya! Eh, makasih ya buat motivasi-motivasinya selama ini. Dan, emm... Selamat :D *kabur*)

Hilman : “Dear Mbakdis, Resolusi 2014 semoga bisa dapet rejeki yang berlebih. Nggak boleh galau lagi. Inget udah 2014 MOVE ON ya ^_^” (Makasih dekku! Haha.. Galau? Emm, yang nulis nggak nih? :p)

Ajiz : “Tetep jadi mbakyuku yaa... jangan bosan yaa punya adik kayak aku. ku akan ingat mbakyu terus.” (makasih juga dek, udah mau jadi keluarga keduaku di sana, jadi adekku juga. Maaf kalo selama ini mbayumu ini bawel, kepo, galak. Haha. Love you dek!)


Dan itulah, bagaimana waktu 24jam terasa sangat cepat dan dapat mengubah persepsiku tentang mereka. Mengubah perasaanku terhadap mereka. Dan mulai memasukkan mereka ke dalam wilayah teritorial pribadiku yang pastinya, tak akan ada lagi rahasia yang sanggup aku sembunyikan dari mereka.

Ada beberapa hal yang harusnya tak boleh kita pendam sendirian. Perlu adanya seseorang disamping kita yang mengerti, memahami, dan menerima kita bagaimanapun keadaan kita. dan disinilah peran “Sahabat” dibutuhkan. Seperti kalian, para sahabatku. :)

Maaf. Kalau selama ini ada yang salah dari ucapan Dhysti yang bisa nyakitin kalian, bikin sebel kalian. Maaf juga kalo kadang Dhysti suka ngambek tiba-tiba, marah-marah nggak jelas, dan kepo banget sama urusan kalian. Tapi satu hal yang mau Dhysti sampein buat kalian : Dhysti sayang kalian. Pake bingit. Ciyus deh!



Rgrd.


Dhysti :*

"Tak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanyalah orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya." - Winna Efendi



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life After You

Kini, Aku Menemukanmu...