Ketika Cinta tak Akan pernah Lelah Menanti

Aku masih bisa merasakannya..
Tatkala kita bersama, menikmati indahnya pemandangan alam.. saat itulah aku merasa, indahnya dunia, indahnya hidup, dan indahnya persahabatanku denganmu..

            Aku mengalami semua perasaan aneh ketika aku bersamamu. Perasaan yang mungkin tak akan kurasakan lagi, dan tak akan pernah..
Aku mengalami kegembiraan yang luar biasa, kegembiraan ketika aku berada didekatmu, kegembiraan ketika aku mendengar derap langkahmu, kegembiraan ketika aku mendengan bisik suaramu. Hanya ada satu kata. Merdu.
Dan aku mengalami sesuatu yang sangat menyedihkan, tatkala, ku tak pernah lagi berada didekatmu, saat ku tak pernah lagi mendengar derap langkah kakimu, bahkan saat aku tak pernah lagi mendengar bisik merdu suaramu.
Menyedihkan, padahal, yang kutau, aku tak pernah berdoa agar kau membenciku, tak pernah juga meminta agar aku semakin dekat denganmu, semuanya sudah takdir Yang Maha Kuasa.. hingga aku akhirnya menyadari apa yang kurasa..

            Dari kecil aku sudah mengenalmu, saat kau manjadi tetanggaku, teman bermain semasa kecilku. Hingga akhirnya kita memasuki sebuah taman kanak-kanak yang sama, bermain layaknya anak-anak kecil yang lainnya. Hingga tak terasa kita tumbuh dewasa secara bersama-sama, walau sedikit insiden kecil di sekolah dasar.
            Di sekolah menengah pertama, kau memacari seorang gadis pindahan, yang tak pernah kau tau bahwa gadis itu adalah seorang yang amat sangat nakal. Hanya satu kata yang ingin ku ucapkan kepadamu saat itu juga. Aku nggak suka. Entahlah tak suka karena dia gadis yang nakal, ataukan tak suka karena waktu itu aku sangat cemburu? Dan mulai saat itu kau tak lagi pernah bicara denganku.
            Hingga akhirnya kita memasuki sekolah menengah atas di daerah kita. Entahlah, karena kehendak Tuhan, kau sedikit demi sedikit mulai mau berbicara denganku, walau kau tap pernah mau memandang langsung kearah mataku. Entah apa alasanmu untuk itu.
            Pada akhirnya aku menjalin sebuah hubungan dengan seorang lelaki, yang tak kusangka masih memiliki hubungan darah denganmu. Aku sakit, mengingat kenyataan bahwa bukan kau yang menjadi orang yang paling dekat denganku.
            Aku berusaha untuk menyayangi lelaki itu, tapi percuma, rasa sayangku padanya tak bisa lebih seperti rasa sayangku kepadamu. Aku merasa aku telah membohongi banyak orang, terutama lelaki itu dan sahabat-sahabatku. Aku ingin jujur, tapi sulit, mengingat bagaimana baiknya dia kepadaku, bagaimana perhatiannya untukku. Dan aku belum siap untuk kehilangan kebaikannya dan perhatiannya untukku. Egois. Hanya satu kata yang mampu ku ucapkan untuk diriku sendiri.
            Semua ini karena kamu! Jika aku mengetahui bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya kepadaku, semua ini tak perlu terjadi. Jika kau segera menjawab. Cukup “Iya” atau “Tidak”! itu sudah cukup untukku. Entah kapan akan kau ucapkan kata-kata itu. Aku akan tetap menunggu. Sampai kapanpun. Hanya untukmu. Karena Cinta tak Akan Pernah Lelah Menanti....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life After You

MakerAp (Sebuah Kelas, Sebuah Cerita)

Kini, Aku Menemukanmu...