rindu.. :)
Aku berjalan menyusuri lorong bekas gedung sekolahku. masih sama seperti beberapa bulan lalu saat aku masih menghuninya. Layaknya sebuah sekolah tua pada umumnya, lantai yang mulai kusam, cat tembok yang terkelupas, dan kaca jendela yang mulai buram, serta papan tulis yang mulai kotor.
Aku berhenti di depan sebuah ruang kelas-bekas kelasku. Dengan pelan namun pasti kuputar gagang pintu yang mulai berkarat, lalu melangkah pelan memasuki ruang itu. Aku menuju kesebuah bangku ditepi jendela yang cukup nyaman bagiku-setidaknya untuk beberapa waktu yang lalu. Aku duduk disana dan mulai mengenang semua yang pernah aku alami di ruangan ini, canda tawa teman dan guru, keseriusan teman saat menghadapi guru yang sedikit killer, sampai ketika kami mengenakan samir tanda kelulusan kami dan menenteng map kami dengan bangganya. Euforia kelulusan itu masih teringat jelas dimataku, layaknya sebuah rol film yang diputar secara terus menerus.
Aku rindu..
Aku rindu pada kusamnya lantai sekolah, rindu kotornya papan tulis, dan rindu semua kehidupan ekosistem yang ada di lingkungan sekolah ku. Bahkan aku merindukan seseorang yang seharusnya tidak boleh aku rindukan. Entah senyumannya, canda taanya, ucapannya dan tatapan matanya. Aku masih memikirkannya, sampai egoku berkata aku harus menghentikan ini semua. Hingga aku bangkit untuk menyusuri bagian lain dari sekolah ini, agar aku tak terlalu memikirkannya.
namun saat aku hendak keluar, sesosok laki-laki mengagetkanku, seperti dapat membaca pikiranku, lalu dengan tenangnya ia berkata,
"Aku juga merindukan sekolah ini, sama sepertimu.."
Aku berhenti di depan sebuah ruang kelas-bekas kelasku. Dengan pelan namun pasti kuputar gagang pintu yang mulai berkarat, lalu melangkah pelan memasuki ruang itu. Aku menuju kesebuah bangku ditepi jendela yang cukup nyaman bagiku-setidaknya untuk beberapa waktu yang lalu. Aku duduk disana dan mulai mengenang semua yang pernah aku alami di ruangan ini, canda tawa teman dan guru, keseriusan teman saat menghadapi guru yang sedikit killer, sampai ketika kami mengenakan samir tanda kelulusan kami dan menenteng map kami dengan bangganya. Euforia kelulusan itu masih teringat jelas dimataku, layaknya sebuah rol film yang diputar secara terus menerus.
Aku rindu..
Aku rindu pada kusamnya lantai sekolah, rindu kotornya papan tulis, dan rindu semua kehidupan ekosistem yang ada di lingkungan sekolah ku. Bahkan aku merindukan seseorang yang seharusnya tidak boleh aku rindukan. Entah senyumannya, canda taanya, ucapannya dan tatapan matanya. Aku masih memikirkannya, sampai egoku berkata aku harus menghentikan ini semua. Hingga aku bangkit untuk menyusuri bagian lain dari sekolah ini, agar aku tak terlalu memikirkannya.
namun saat aku hendak keluar, sesosok laki-laki mengagetkanku, seperti dapat membaca pikiranku, lalu dengan tenangnya ia berkata,
"Aku juga merindukan sekolah ini, sama sepertimu.."
Komentar
Posting Komentar