Cinta Itu Kamu ^_^

Kadang angin terlalu lembut dan tak bisa dirasakan
Kadang mendung terlalu kelabu hingga menutupi indah langit senja.
Kadang.. cinta terlalu sulit diutarakan hingga ia perlahan menghilang..

Langit senja masih memancarkan indahnya. Bias-bias palet warna orange bercampur putihnya awan, membaur menjadi satu di langit nan luas. Semesta. Kadang semesta begitu bersahabat, kadang mereka memberikan kita pemandangan diluar apa yang kita bisa bayangkan.

Aku selalu suka bau tanah basa selepas hujan. Aku selalu suka palet warna yang dibiaskan mentari di ufuk barat. Aku selalu suka saat angin lembut menerpa wajahku dan menerbangkan beberapa helai rambutku. Aku suka rintik hujan. Aku suka teh panas di gelas kaca.

Mereka selalu menenangkanku, menemaniku saat aku sendirian, kesepian, dan perindukan orang-orang yang kusayang. Aku akan tersenyum dalam hati saat hujan mengetuk-ngetuk jendela kaca ruang kuliahku. Aku bisa berlama-lama menadahi air hujan dengan telapak tanganku. Aku bisa menghabiskan waktu berjam-jam duduk di pinggiran pantai saat matahari tenggelam. Aku selalu terdiam saat angin mulai nakal dan mempermainkan anak rambutku. Dan aku bisa menghabiskan bergelas-gelas teh dalam kaca saat menikmati itu semua.

Namun sayang,diantara seluruh keindahan dan kenyamanan itu, ada satu titik dimana kita harus merelakan. Merelakan mendung menutupi keindahan langit senja. Memang, senja selalu tampak sama, bukankah sia-sia jika kita menggenapkan warnanya?*

Begitu pula cinta. Kadang kita terlalu menyayangi apa yang belum menjadi milik kita. Terlalu mengharapkan apa yang kurang pasti. Terlalu menilai baik apa yang sebenarnya buruk. Atau mungin tarlalu mencintai walau sesungguhnya kita telah mengetahui bahwa kita telah terlukai?

Mencintai berarti merelakan mereka bahagia meski bukan dari kita. Bahagia itu relatif bukan? Bahagia karena orang yang kita sayang, bahagia dengan apa yang kita dapat, bahagia dengan keadaan kita saat ini, dan bahagia dengan kesehatan orang tua kita, bahagia dengan kehadiran sahabat-sahabat terbaik dalam hidup kita.

Kadang kita terlalu terfokus pada satu titik dimana kita menyayangi orang lain. Padahal, jika kita mau membuka mata lebar-lebar, disekeliling kita banyak orang yang menyayangi dan mencintai kita. Ya, semua orang diciptaka untuk mengharap. Mengharap nilai bagus, mengharap menjadi sempurna, dan mengharap segala yang tak pasti.

Mengharap yang tak pasti, bagaikan menggayuh bintang. Namun, bukankah tak lari gunung dikejar? Initinya, berusaha, berdoa. Berusahalah agar harapan itu mendekati kita dan menjadikan dirinya nyata untuk kita.

Namun, bukankah acapkali mendung bergelayut menutupi langit senja? Taukah mengapa Tuhan menciptakan mendung? Ia ingin menunjukan pelangi seusai hujan. Mungkin saat mendung menghilang, kita akan menemukan hal yang lebih indah dari bias warna yang ditimbulkan senja. Ya, kerlip bintang.

Yup, Tuhan selalu punya seribu satu rencana untuk kita, walu kadang rencana itu sulit dipahami dan di mengerti. Namun, dibalik itu semua, Tuhan masih sayang dengan kita.

Cinta kadang sulit dimengerti, kadang juga menyakiti hati. Tapi cinta mengajarkan kita untuk selalau tersenyum, bersyukur, dan tampil apa adanya, serta menyayangi sesama.

Yah, bagiku, cinta itu… kamu. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life After You

MakerAp (Sebuah Kelas, Sebuah Cerita)

Kini, Aku Menemukanmu...