Dream City : Turkce
Turkce. Turki. Saya tidak pernah memimpikan bagaimana bentuknya, budayanya, bahkan saya tidak tau pasti letak negara itu. Afrika mungkin?
Tapi itu dulu, jaman SMA, saat saya hanya berkiblat dengan keindahan Menara Eiffel di Paris, Perancis. Dan dengan mimpi saya untuk bisa masuk Sorbone (ya, saya penggemar berat serial Laskar Pelangi). Dan dengan harapan saya bisa masuk ke Museum Louvre setiap hari. Dan berada di puncak Arc de Triomphe.
Itu mimpi saya dulu. Sekarang, rasanya saya lebih tertarik dengan kota yang akan saya bicarakan malam ini. Ya, Turki.
Ijinkan saya memberi sedikit gambaran tentang Turki.
Negara ini terletak di Laut Mediterania, berada dalam posisi setengah sisi berada di Benua Asia dan setengah sisinya di Benua Eropa, dengan sebuah jembatan bernama Bosphorus (sesuai dengan nama selat yg memisahkan Turki) sebagai penghubungnya.
Saya tidak akan membicarakan Ankara sebagai Ibu Kota Turki. Saya ingin menceritakan seperti apa rupa Turki melalui sebuah kotanya yang bernama Istanbul.
Ada beberapa tempat yang benar-benar saya ingin datangi saat saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke Turki nantinya. So please enjoy your seat and let me tell you :
1. Haiga Shopia (Haia Sofia)
Sebuah tempat yang menunjukkan bahwa peradaban Islam pernah benar-benar berada pada kekuatan tertinggi dimasanya. Bangunan yang memiliki 4 minaret ini awalnya adalah sebuah bangunan Gereja yang kemudian di alih fungsikan menjadi Masjid (atas penaklukan Byzantium Romawi oleh Dinasti Usmaniyah. Sangat berbeda sejarahnya dengan Mezquita di Cordoba - Spain, yang merubah fungsi Masjid menjadi sebuah Gereja sampai sekarang.), yang sekarang di buka untuk umun sebagai sebuah Museum. Setelah kita masuk, Medalion Raksasa dengan tulisan Allah dan Muhammad menyapa kita, diiringi dengan lukisan Bunda Maria yang tengah memangku bayi Yesus (kebijakan Pemimpin Dinasti Usmaniyah saat itu untuk menghormati sejarah tempat itu dengan tidak menghapus lukisan yang ada). Saya hanya memiliki harapan, semoga hal serupa juga terjadi di Mezquita, agar setiap orang dapat memaafkan sejarah masing-masing.
2. Blue Mosque / Masjid Sultan Ahmed
Masjid ini berhadapan langsung dengan kompleks museum Haiga Sophia. Masjid ini sengaja di bangun dengan ukuran yang jaug lebih besar dari Haiga Sophia, dengan tujuan dari Sultan Ahmed (pimpinan Turki masa itu) agar Byzantium Romawi dapat melihat kejayaan Islam.
Berbeda dengan Haiga Sophia, saat berada didalamnya, kita tidak akan menemukan lukisan manusia, melainkan ornamen Islam dab ukiran-ukiran ayat Al Quran. Dengan ornamen yang menakjubkan pada kubah bagian dalamnya.
Pada malam hari, Masjid ini diberi penerangan hingga mancarkan cahaya biru yang indah, itulah sebabnya Masjid ini bernama lain Blue Mosque.
3. Topkapi Palace
Apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata Istana? Megah? Besar? Arsitektur yang menawan?
Atau ornamen-ornamen mewah?
Saat kita memasuki Topkapi Palace, kita tidak akan menemukan hal seperti itu. Pada istana yang dibangun oleh Sultan Topkapi, tidak banyak kesempurnaan pada arsitektur bangunan yang ditemui. Bahkan garis pintu dan gerbang masuk-pun dibuat miring. Hal ini bukan tanpa sengaja. Sultan yang menjunjung tinggi pemahaman Islam kala itu bersikeras membangun istana yang sederhana yang jauh dari kata sempurna, dengan alasan, bahwa segala sesuatu yang sempurna itu hanys milik Allah. Bahkan kabarnya, sampai saat ini tradisi membaca ayat Al Quran selama 24 jam non stop masih dilakukan dalam Topkapi Palace, jadi jangan heran jika banyak hafiz Quran yang tengah melantunkan ayat-ayat suci di sudut istana ini, meskipun telah dibangun sebuah istana baru yang jauh lebih megah dari Topkapi Palace.
Turki.
Begitulah. Tiga tempat yang paling ingin kujelajahi jika suatu hari Allah mengijinkan saya untuk menginjakkan kaki di negeri dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di Eropa ini.
Semoga. Islam di Turki selalu memberikan cahaya bagi siapapun yang mengunjunginya.dan semoga, cahaya itu tak pernah padam. Amin.
Rgrd
Pejuang mimpi
Ps : taukah kalian Bunga Tulip? Bunga itu adalah bunga asli Turki, bukan Belanda seperti yang selama ini kita ketahui. :')
Komentar
Posting Komentar