Postingan

Setiap Tempat Punya Cerita - Madrid 2

Luna* Alandra mengundangku untuk cena di kedai kecilnya. Katanya, sebagai ucapan terima kasih, karena bersedia membantunya di kedai dan menjemput sepupunya di Barajas. “Muchas gracias, Alandra. Kau ini, lain kali tak usah repot-repot begini. Aku suka bekerja di kedai ini. Rasanya seperti berada di dapur rumah sendiri.” Kataku. Alandra menuangkan vino tinto* ke dalam empat gelas kecil diatas meja. “No, Luna. kau telah membantu banyak kali ini. aku yang seharusnya berterima kasih. Sekarang kau diam, duduk dan aku akan menyajikan Abondigas Sofrito* untukmu” Ucapnya sambil menunjukkan mimik galaknya. Tapi, dengan raut mukanya yang tak bisa terlihat galak-sekalipun ia sedang marah, itu malah akan membuat siapapun yang melihat ekspresinya sekarang ini akan langsung tertawa terpingkal-pingkal. Termasuk Jason dan Nathan. “Por qué*?” tanya Alandra. Seketika kami bertiga menghentikan tawa kami lalu serempak berkata tidak. “Así, Luna. Bagaimana kau bisa terdampar di Madrid? Bukankah m...

Project Menulis Setiap Tempat Punya Cerita

Setiap Tempat Punya Cerita. Ya, setiap tempat selalu menyimpan suatu hal yang tak pernah dimiliki oleh tempat lain. Layaknya potongan puzzle yang setiap kepingnya berbeda dengan kepingan lain. Ada hal yang ingin diingat dan dikenang dari suatu tempat. Ada pula, suatu tempat yang memiliki kenangan kurang manis. Pastinya itu juga yang membuat setiap tempat memiliki potongan kisahnya sendiri. sebenarnya Setiap Tempat Punya Cerita adalah Project menulis yang mengkolaborasikan dua penerbit, yaitu @GagasMedia dan @Bukune , yang menyajikan beberapa cerita manis dari beberapa kota. antara lain : Melbourne - Winna Efendi, Roma - Robin Wijaya, Paris - Prisca Primasari, Last Minute In Manhattan - Yoana Dianika, Barcelona - Kireina Enno, Bangkok - Moemoe Rizal First Time In Beijing - Riawani Elyta London - Windry Ramadhina Swiss - Alvi Syahrin Buku-buku ini menggabungkan sebuah kisah cinta manis yang bisa membuat siapapun tersenyum saat membacanya, dan juga kisah perjalanan yang...

Setiap Tempat Punya Cerita - Madrid

Madrid telah menjadi salah satu kota impianku sejak dulu. Bukan karena kesebelasan sepakbolanya yang banyak digandrungi masyarakat Indonesia, tapi bangunan-bangunan tua yang menghiasi setiap sudut kota ini. Awalnya aku mengirimkan aplikasi ke Universided Complutense de Madrid atas rekomendasi dosen pembimbing skripsiku di Yogyakarta. Mengirimnya pun aku hanya sekedar basa-basi untuk menghormati rekomendasi dosenku, karena akupun tau, tak mudah bagi mahasiswi Indonesia dengan nilai pas-pasan sepertkku menembus sebuah perguruan tinggi yang lumayan favorit di kota itu. Namun aku tak pernah menyangka, ‘iseng-iseng berhadiah’ tersebut membawa berita yang sama sekali tak pernah kuduga. Aplikasiku diterima di perguruan tinggi bergengsi di Madrid, kota impianku. Keberangkatanku saat itu terkesan tergesa-gesa, dengan waktu kurang dari dua bulan untuk mengurus Visa ijin tinggal, paspor, dan segala sesuatu di kampus untuk dihibahkan ke Madrid. Kamar kecilku di Jogja pun tak luput seperti k...

700 Hari

Hampir 700 hari sejak pertama kali aku bertemu denganmu, Hampir 700 hari pula bayangan dan parasmu hampir setiap malam menghiasi mimpiku, Hampir 700 hari, ribuan kata yang mengalir dari otakku terinspirasi olehmu, Hampir 700 hari aku selalu mengharapkan pagi datang dengan cepat, agar aku bisa cepat bersua denganmu Hampir 700 hari, ketika aku memutuskan mencintaimu Hampir 700 hari, ketika aku mulai meletakkan sosokmu pada tingkat teristimewa dihatiku Hampir 700 hari, ketika aku mulai mendambakanmu dalam diamku Hampir 700 hari, ketika senyum, sapa, dan sosokmu menjadi angin segar untukku Dan hampir 700 hari, jantungku selalu berdebar lebih cepat ketika melihatmu 700 hari 16800 jam 1008000 menit 60480000 detik Tapi sepertinya.. 700 hariku akan berakhir sia-sia 700 hariku tak akan bersisa 700 hariku hanya menjadi kenangan Kepada kamu, sosok 700 hariku, terimakasih telah memberikan 700 hari paling indah itu.. :)

Untuk Seseorang Yang Tak Pernah Berani Kusebut Namanya

Untukmu yang tak pernah berani kusebut namanya tulisan ini kubuat. Mewakilkan rinduku yang setia menemani malam-malam sepiku. Pada sebuah gambar dirimu yang setia menemani pikiranku. Sebuah tulisan tentang bagaimana aku selalu menyembunyikan hatiku. Yah, untuk kamu, yang tak pernah berani kusebut namanya. Untuknya yang senyumannya menjadi candu sejak pertama kali bertemu... Aku menemukanmu ketika kau tengah berjalan dengan santainya di tengah lorong yang dipenuhi mahasiswi baru sepertiku pada saat jam istirahat itu. Saat itu, aku tengah dengan sibuknya mencari tanda-tangan senior untuk memenuhi tugas masa orientasiku, saat kau dengan santainya menyibakkan kerumunan mahasiswa didepanmu dan berjalan melewatiku. Dan kau tau? Itu sudah terjadi hampir dua tahun sejak pertama kali aku disini. Untuknya yang pada awalnya tak pernah kutahu namanya... Awalnya, aku tak pernah tau siapa dirimu. Siapa namamu, apa jurusanmu, dimana tempat tinggalmu, dan bagaimana dirimu. Taukah kau, baru ...

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia Itu Sederhana. Pernah dengar kata ini? ya, setiap orang berhak untuk bahagia, bagaimanapun caranya. Walaupun itu sederhana. Definisi bahagia sendiri adalah keadaan dimana seseorang atau individu merasakan emosi yang baik dalam dirinya. *FYI, kata pak dosen psikologi semester tiga kemaren, emosi itu nggak hanya jelek, yg iidentikkan dengan marah-marah, tapi segala gejala perasaan dalam diri seseorang itu juga disebut emosi* Rasa bahagia di setiap individu itu selalu berbeda penyebabnya. hal kecil yang dilakukan untuknya atau orang terdekatnya bisa memancing rasa bahagia individu tersebut. Sebuah penyebab bahagia dalam diri seseorang bisa diibaratkan seperti saat membeli pakaian atau barang lainnya. Sebagian orang menyukai pakaian yang dicobanya, lalu membelinya. Sebagian lagi tak sesuai selera dan mencari pakaian yang lain. Jadi, kita nggak bisa secara ‘terpaksa’ memakai baju yang kita sendiri nggak suka dan nggak nyaman kita pakai. Dan kalaupun terpaksa memakai dan membel...

An Unforgettable Moment in My Live

Good Morning, and happy weekend all. Aku mengetik postingan ini sesaat setelah mengobrak-abrik blog dari penulis favoritku (kepo ya gue), Winna Efendi, dan menemukan postingan tentang giveawaynya yang bertemakan high school memories. Ngomong-ngomong soal high school memories, aku masih sering membicarakannya dengan teman-teman seperkuliahanku, dan menerima berbagai macam tanggapan. Ada yang bilang high school itu nggak ada istimewanya, ada yang bilang mungkin masa-masa highschoolku terlalu berkesan hingga aku selalu ingat setiap detail yang terjadi didalamnya. Sampai ada yang bilang kalau aku orangnya susah melupakan masa lalu. Aku bukannya orang yang susah melupakan masa lalu dan hanya terus-terusan meratapinya. Tapi, bagiku, masa lalu yang satu ini adalah sebuah masa yang paling menyenangkan yang pernah kualami selain dengan keluarga sedarahku. Sebelumnya, izinkan aku untuk bertanya. Tak pernahkah kalian mengalami perasaan berdebar-debar ketika cinta pertama kalian lewat dide...